
seluruh rangkaian pendidikan dokter umum telah diselesaikan, tinggal melewati 1 hadangan lagi yaitu UKDI (Ujian Kompetensi dokter Indonesia). setelah itu kewajiban saya adalah internship daaannn…. bingung mau ngapain.
tapi ada beberapa pilihan untuk saya tempuh setelah lulus semua rangkaian pendidikan ini:
1. internship -> buka klinik di daerah
+ motivasinya adalah Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga dokter. Perbandingan ideal antara dokter:penduduk adalah 1:2500. artinya dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 230.000.000 perlu ada sekitar *brb ngitung dulu* 92000 dokter dengan jumlah merata di seluruh Indonesia. artinya pemerintah membuka kesempatan selebar2nya kepada pemuda Indonesia untuk menjadi dokter dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan dokter dan pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia. permasalahannya banyak temen2 yang udah beres dokter pengennya kerja di kota aja, kalau hal ini terjadi maka masalah jumlah terselesaikan, namun masalah pemerataan belum. malah mungkin bakal muncul masalah baru yaitu sesaknya dokter di kota besar.
+ motivasi lainnya adalah berkontribusi langsung dan berinteraksi dengan masyarakat. setiap mendengar ucapan “terima kasih” disertai senyum tulus dari pasien yang kita tangani itu rasanya menyejukkan.
- hambatannya adalah modal yang lumayan gede untuk bikin sebuah klinik dengan persyaratan minimum.
2. internship -> daftar PNS (pejabat struktural)
+ motivasinya adalah mungkin dari media terlihat bahwa para pejabat pengurus negeri ini kurang memiliki kemampuan dan attitude yang baik sehingga kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak menyejahterakan rakyat sehingga banyak ditentang oleh rakyat. oleh karena itu, melihat kondisi yang carut marut ini bukan berarti kita diam atau malah menjauh, seharusnya mendekati dan mengambil alih tugas itu sehingga negara ini bisa dijalankan dengan idealisme kita.
+ kemampuan dan passion dalam berorganisasi akan membuat pekerjaan menjadi lebih ringan kedepannya
+ saya percaya dengan menjadi pejabat publik maka tanggung jawab besar ada di pundak kita. kalau menjadi dokter praktik, sekali kita membuat keputusan maka efek keputusan kita hanya dirasakan oleh 1 pasien kita ya maksimal 1 keluarganya lah yang ngerasain efeknya. tapi kalau jadi pejabat publik, sekali kita membuat keputusan maka keputusan kita akan terasa efeknya oleh 1 wilayah, 1 propinsi, atau bahkan 1 negara.
3. internship -> hunting beasiswa belajar S2/S3 di luar negeri -> akademisi/kerja di WHO
+ ada hadits menyebutkan bahwa “barang siapa yang bersungguh-sungguh mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menggapai Surga”.
+ belajar mengenai ilmu kedokteran lebih dalam lagi dapat menjadi kebanggaan diri dan keluarga. juga kita bisa berguna menjadi akademisi atau peneliti yang akan mempertahankan dan mengembangkan ilmu kedokteran ini kedepannya.
- semakin lama sekolah maka semakin lama kita berkontribusi untuk masyarakat
4. internship -> kerja/praktik di klinik/RS -> sekolah spesialis
+ jalur mainstream, kerja jelas, masa depan terjamin.
- semakin spesialistis maka semakin peran kita di masyarakat. di Indonesia, 85% itu orang sehat, sisanya orang sakit, dari orang sakit ini yang membutuhkan jasa medis spesialis tertentu jumlahnya lebih sedikit lagi.
5. internship -> lepas gelar dokter -> bisnis/wirausaha/investor
+ ini adalah jalur paling ekstrim karena udah sekolah hampir 7 tahun tapi tidak ada gunanya. tapi jalur ini lebih aman karena tidak harus berhadapan dengan dunia kedokteran yang semakin lama semakin banyak tuntutan, baik dari pasien, kolega, kolegium profesi, bahkan negara.
+ ada hadits mengatakan bahwa ” 9 dari 10 pintu rejeki berasal dari perniagaan”.
+akan sangat menyenangkan jika usaha yang dijalankan sesuai passion
- kontribusi masyarakat minim karena orientasinya adalah keuntungan pribadi.
well, saya sendiri masih bingung mana yang harus saya pilih.
